Senin, 25 Januari 2021

 "Kisah Si Anak Elang"

Albertus Nopi Wahyu Hidayat

Suatu ketika, hiduplah seekor anak burung elang yg belum bisa terbang. Kedua induknya telah mai karena ditembak oleh manusia dlam suatu perburuan. Suatu kali, si anak elang sangat kelaparan yg luar biasa....

Tetapi apadaya, tidak ada yg bisa di lakukan olehnya selain menjerit kelaparan. Terbang ia belum bisa, apalagi berburu dia pun belum bisa karena selama ini ia hanya mengandalkan induknya saja.

Dalam keadaan yg demikian itu, ia makan seadanya seperti semut, belalang dll.. Itu semua ia makan untuk mengganjal perutnya.

Dia lalu berdoa kepada Tuhan, agar dia bisa terbang untuk berburu demi bertahan hidup. Ia berhari hari, berminggu minggu, bahkan berbulan bulan belajar tapi ia belum juga bisa.

Ia kemudia protes kepada Tuhan : "Tuhan, kenapa sampai sekarang aku belum juga bisa terbang ?!" Tetapi ditengah keputus asaanya itu ia tak berhenti berdoa dan berusaha..

Dan pada akhirnya ia pun bisa terbang, Tuhan mengabulkan doannya. Setelah sekian lama berdoa dan berusaha, dan ia menjadi pemburu yg hebat yg sangat ditakuti oleh hewn lainnya.

Sobat muda yg terkasih, setiap hari kita sering berdoa, namun Tuhan tidak kunjung mengabulkannya. Doa iu bukanlah seperti mie instan yg hanya direbus kemudian langsung dapat kita nikmati hasilnya.

Dalam doa kita harus diseratai dgn usaha, doa kita akan dikabukan oleh Tuhan jika kita selain berusaha dan berdoa kita harus tetap percaya dan setia pada-Nya.

Si anak elang yg menjadi tokoh utama dlm cerita ini mengajarkan kpd kita yaitu : Jangan kita hanya berdoa, tetapi sertailah dalam doa itu usaha. Maka kita kelak akan menerima dan merasakan buah dari doa kita itu.

Tuhan ingin agar kita tetap percaya dlm doa sambil berusaha, sesulit apapun hidup kita tetaplah miliki iman percaya. Dan janganlah berhenti unuk memuliakan-Nya, sebab Dia adalah Tuhan Allah kita yg luar biasa yg sanggup mengubah hidup kita. Amin 😊🤗

Berkah Dalem, Syalom. Gbu 😇 

 




 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar