"Kisah Si Anak Elang"
Albertus Nopi Wahyu Hidayat
Suatu
ketika, hiduplah seekor anak burung elang yg belum bisa terbang. Kedua
induknya telah mai karena ditembak oleh manusia dlam suatu perburuan.
Suatu kali, si anak elang sangat kelaparan yg luar biasa....
Tetapi
apadaya, tidak ada yg bisa di lakukan olehnya selain menjerit
kelaparan. Terbang ia belum bisa, apalagi berburu dia pun belum bisa
karena selama ini ia hanya mengandalkan induknya saja.
Dalam keadaan yg demikian itu, ia makan seadanya seperti semut, belalang dll.. Itu semua ia makan untuk mengganjal perutnya.
Dia
lalu berdoa kepada Tuhan, agar dia bisa terbang untuk berburu demi
bertahan hidup. Ia berhari hari, berminggu minggu, bahkan berbulan bulan
belajar tapi ia belum juga bisa.
Ia kemudia protes kepada Tuhan
: "Tuhan, kenapa sampai sekarang aku belum juga bisa terbang ?!" Tetapi
ditengah keputus asaanya itu ia tak berhenti berdoa dan berusaha..
Dan
pada akhirnya ia pun bisa terbang, Tuhan mengabulkan doannya. Setelah
sekian lama berdoa dan berusaha, dan ia menjadi pemburu yg hebat yg
sangat ditakuti oleh hewn lainnya.
Sobat muda yg terkasih,
setiap hari kita sering berdoa, namun Tuhan tidak kunjung
mengabulkannya. Doa iu bukanlah seperti mie instan yg hanya direbus
kemudian langsung dapat kita nikmati hasilnya.
Dalam doa kita
harus diseratai dgn usaha, doa kita akan dikabukan oleh Tuhan jika kita
selain berusaha dan berdoa kita harus tetap percaya dan setia pada-Nya.
Si
anak elang yg menjadi tokoh utama dlm cerita ini mengajarkan kpd kita
yaitu : Jangan kita hanya berdoa, tetapi sertailah dalam doa itu usaha.
Maka kita kelak akan menerima dan merasakan buah dari doa kita itu.
Tuhan
ingin agar kita tetap percaya dlm doa sambil berusaha, sesulit apapun
hidup kita tetaplah miliki iman percaya. Dan janganlah berhenti unuk
memuliakan-Nya, sebab Dia adalah Tuhan Allah kita yg luar biasa yg
sanggup mengubah hidup kita. Amin ![]()
Berkah Dalem, Syalom. Gbu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar